Zero Audio Duoza

Minggu lalu waktu gw ketemu Mike, dia ngasih tahu kalau Zero Audio bakal ngeluarin varian terbarunya. Namanya Zero Audio Duoza, menurut Mike, Duoza ini bakalan dual dynamic driver.
Gw pikir bakalan seru banget nih, karena pabrikan audio asal Jepang ini biasanya selalu punya kualitas bahan dan suara yang diatas rata-rata. Mereka cukup totalitas dalam memberikan kualitas dalam setiap produknya.

Dan akhirnya gw dapat kesempatan mencoba Zero Audio Duoza setelah penantian beberapa hari. Gw bakal coba kasih pendapat tentang Zero Audio Duoza. Ikuti terus dibawah.

Apa isi dusnya

Gak bisa banyak komentar tentang dusnya. Seperti kebanyakan dus Zero Audio lainnya, dusnya model card box dengan design yang cukup simple. Cuma kali terlihat lebih keren karena menggunakan warna gold dan hitam.

Dibagian belakangnya terdapat informasi tentang teknologi yang dipakai oleh Zero Audio Duoza. Buka dusnya cukup gampang, sudah ada tulisan “open” dibagian bawah dusnya.

Isi dusnya:
– Earphone Zero Audio Duoza
– 3 pasang silikon eartips. (terpasang ukuran medium)
– Pouch kain dengan tulisan Zero Audio
– Kertas manual dalam bahasa Jepang

Design

Untuk ukuran housing IEM, Zero Audio Duoza termasuk besar. Cukup wajar, karena menggunakan dua driver dynamic yang khusus dibuat oleh Zero Audio. Bahan housingnya terbuat dari alumunium dengan warna merah untuk sebelah kanan dan warna hitam untuk sebelah kiri. Pewarnaan ini sangat membantu sewaktu mau dipakai, karena tidak perlu repot mencari kanan kirinya. Dicoba pakai, dengan eartips Medium, ternyata bisa langsung pas masuk ke kuping gw. Walaupun besar, tapi ketika digunakan terasa nyaman dan ringan. Gw bisa pakai ini sambil kerja cukup lama tanpa terasa berat.

Dudukan kabelnya di design khusus oleh Zero Audio dengan teknologi yang disebut SSR (Side Strain Relief) oleh Zero Audio. Designnya ini juga menarik banget buat gw, karena dengan menempatkan kabel disamping tengah, otomatis mengurangi tekanan dan berat earphone sewaktu dipakai.

Bayangkan dengan housing sebesar itu, kalau kabelnya ada dibagian belakang earphone, sudah pasti akan terasa berat karena ada tarikan dari kabel ke audio player. Selain itu SSR ini juga berfungsi untuk menjaga kabel yang keluar dari earphone lebih awet karena tidak harus menahan housing yang besar.

Bonusnya lagi, dengan SSR ini, Zero Audio Duoza jadi bisa dipakai kabelnya secara over-the-ear. Bonus ini gw dapet waktu ketemu temen gw Anton Tedja (retrias), dia yang waktu itu nyobain pertama kali kalau Duoza bisa dipakai over-the-ear, kemudian gw cobain dan memang termasuk nyaman juga. Paling gak ada alternatif pemakaian kalau lagi perlu pakai over-the-ear.

Gimana Bunyinya

Suara yang keluar dari Duoza ini cukup natural dengan bass yang tebal dan full body. Midnya cukup jelas, gak ketutupan bass dengan high yang bening dan detil. Waktu gw test pakai lagu “Radiohead – High and Dry”, separasi genjrengan gitar akustik, betotan gitar elektrik dan gebukan drumnya jadi asik banget. Perasaan soundstage yang diberikan juga cukup lebar. Gw bisa bilang dengerin musik pake Duoza cukup bisa dapetin sensasi live musik.

Menurut Mike, agak kurang sedikit di bagian vokalnya. Gw iseng pakein SpinFit eartips dan kita cobain lagi. Ternyata gw dan Mike setuju kalo SpinFit eartips bisa ngangkat vokalnya jadi lebih pas.

Kesimpulan

Dari beberapa IEM yang menggunakan dua dynamic driver, Zero Audio Duoza bisa menjadi favorit gw. Designnya yang keren dengan teknologi kabel SSR, ditambah suaranya yang bening, bass yang empuk dan harga gak sampe 2 juta bisa jadi pilihan buat upgrade dari Zero Audio Carbo Basso ataupun Carbo Tenore.

Zero Audio Duoza

[custom_add_to_cart id=”8671″ show_price=”true” size=”vc_btn_sm” style=”vc_btn_square” align=”center” text_color=”#ffffff” bg_color=”#dd3333″]

Unboxing Zero Audio Duoza di Headfonia Store Youtube Channel