Review VSONIC VSD3S

VSONIC menghadirkan IEM baru di kelas menengah mereka VSONIC VSD3S, harganya sekitar Rp.700.000.  Kita lihat sedikit sejarah tentang background IEM ini. Dibuat sebagai generasi barunya VSONIC, dimulai dengan kelas bawahnya VSD1 dan variasinya VSD1S, baru kemudian VSD3 dan variasinya VSD3S. Rumornya VSD3S ini dituning seperti Shure SE215, dan banyak orang mengira suaranya sama. Terbukti banyak yang penasaran dengan membandingkan keduanya.

Dalam pembeliannya akan mendapatkan:

IEM VSONIC VSD3S
Silikon tips 3 pasang (S, M, L)
Bi-flange silikon tips 1 pasang
Foam tips 1 pasang
Earhook over-the-ear
Pouch dari bahan kain beludru

Suara

Masuk ke bagian suara. Menurut beberapa penggemar low-end di head-fi IEM VSONIC VSD3S mirip Westone W4R atau Shure SE535 yang ditambah bassnya.

Kalau memang benar berarti value VSONIC VSD3S diatas 6 jutaan. Walaupun tidak begitu yakin dengan opini ini, perbandingan akan tetap dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi.

Pengetesan menggunakan Audio Player Fiio X5 tanpa menggunakan amplifier.

Karakter VSONIC VSD3S agak V shaped, dengan mid rada mundur kebelakang, bass besar, treble lumayan clear dan keliatan ujungnya dimana. Kira-kira seperti kombinasi dark dengan V shaped.

Setelah mendengar beberapa lagu, terasa juga kalau IEM VSONIC VSD3S ini bassnya besar banget, bahkan Shure SE215 kalah besar bassnya. Tidak bisa dibandingkan juga dengan Westone W4R. Bagian midnya jujur rada kebelakang dan agak ketutupan bass. Shure SE215 lebih maju daripada ini dan lebih clear juga. Bagian Treble agak mirip dengan Shure SE215. Secara keseluruhan masih jauh dari Westone W4R, tapi dengan Shure SE215 masih bisa dibandingan. Karena memang keduanya agak mirip, hanya selera yang menentukan, kalau suka bass VSONIC VSD3S, sedangkan suka vocal Shure SE215.

Untuk soundstagenya tidak terlalu luas, dan separasi suaranya juga tidak begitu bagus. Kadang masih terasa menyampur antara bass, mid dan treblenya. Tapi kembali harganya yang hanya sekitar Rp.700.000, VSONIC VSD3S benar-benar “The Giant Killer”, sangat value untuk performancenya.

Build Quality

Housingnya IEM VSONIC VSD3S termasuk bagus.  Terbuat dari akrillik hitam transparan, sehingga bisa terlihat drivernya. Menggunakan satu buah dynamic driver ukuran normal. Nozzle dari plastic, tidak seperti GR07 yang terbuat dari metal. Secara keseluruhan bisa dibilang build qualitynya sama bagusnya dengan Shure SE215.

IEM ini juga sangat nyaman sewaktu dipakai. Karena menggunakan housing yang kecil, sehingga mudah digunakan dikebanyakan kuping. Mungkin satu-satunya kekurangan adalah, penggunaan pin MMCX yang digunakan terasa agak ringkih, dan tidak bisa menggunakan pin dari Shure, walaupun sama-sama menggunakan pin MMCX juga.

Kesimpulan

VSONIC VSD3S sukses membuat banyak orang suka dengan IEM ini. Benar-benar performanya jauh melebihi harganya. Masalah kabel, tinggal diganti dengan kabel yang kompatibel dan lebih bagus. Suara VSONIC VSD3S cocok banget buat dengerin music-musik modern seperti EDM, Trance, Pop, Hip-Hop dan Top 40. Satu lagi kelebihannya, kalau lagi iseng dipakai buat nonton film action, karakternya yang V-Shaped cocok untuk mendengar ledakan, pedang dan senjata lainnya. Suara actor pemainnya jadi lebih berkarakter.

Original post oleh Anthony Tedja (retrias)

[products columns=”2″ orderby=”date” order=”desc” ids=”3875″]