Sony MDR-1A

Akhirnya gw dapet kesempatan nyobain penerus generasi Sony MDR-1R yang luar biasa terkenalnya itu. Untuk penerusnya itu, Sony membedakan variannya menjadi Sony MDR-1A.

Pertama kali mendengar Sony MDR-1R yang gw inget dipakenya nyaman dengan suara cukup natural agak ngebass. Apakah ada yang berubah di Sony MDR-1A? Gw akan coba mulai dari membuka dusnya.

Apa sih isi dusnya

Dusnya agak berbeda dengan Sony MDR-1R yang di dominasi warna gelap. Kali ini warna dusnya putih polos dengan tambahan logo “Hi-Res Audio”, maksudnya secara gimik marketing bahwa Sony MDR-1A ini sudah mendukung suara audio dengan resolusi 24bit keatas. Walaupun begitu, tetap bisa digunakan untuk mendengarkan audio dengan resolusi standar CD-Audio 16bit.

Dus dalamnya model flip box, kalo dibuka langsung kliatan Sony MDR-1A di dalam dusnya dengan alas kain hitam. Kesan eksklusifnya langsung dapat. Kemudian segala asesorisnya ada di dus terpisah. Ini mencegah fisik headphone dari segala kerusakan  yang mungkin terjadi selama pengiriman.

Isi dusnya:
– Headphone Sony MDR-1A
– Kabel 1.2 meter mini jack 3.5mm
– Kabel 1.2 meter mini jack 3.5mm dengan mic untuk smartphone
– Pouch model kain
– Instruksi manual di kertas.

Design

Tidak banyak berubah dari sebelumnya, tetap dengan kabel yang bisa dilepas-pasang, cuma kali ini Sony MDR-1A terlihat lebih keren kalau lagi di kalungin di leher, karena sekarang bisa diputar menghadap ke depan.

Bahan kabelnya bagus, ciri khas Sony kelas premium. Bisa dibilang tidak bisa kusut, karena lemas dan bertekstur garis. Mulai dari ujung jack sampai ke micnya dibuat dengan rapi dan presisi.

Kemudian busa earpads dan headbandnya terasa lebih tebal dari Sony MDR-1R. Earpadsnya walaupun lebih tebal, tapi nyaman dan empuk banget waktu dipakai. Tidak terasanya sakit sama sekali walaupun dipakai lama. Bisa dibilang, Sony MDR-1A sedikit lebih nyaman dari Sony MDR-1R.

Suara

Pertama kali gw nyobain, yang terasa perbedaanya adalah di bagian bassnya. Walaupun Sony MDR-1R sudah termasuk besar bassnya, Sony MDR-1A berasa lebih ngebass lagi daripada MDR-1R. Bassnya terasa lebih tebal dan impactnya terasa. Supaya lebih mudah, suaranya mirip seperti MDR-1R, namun lebih terasa bassnya. Paling tidak buat gw seperti itu perbedaanya waktu colok langsung ke ipod touch.

Serunya si Sony MDR-1A ini setelah gw coba ke Fiio E10K USB-DAC (settingan bass E10K = off)lewat komputer audio player Foobar dengan Kernel Streaming, terasa musikal dan fun sekali. Bassnya memang besar namun terasa perbedaan dari bass bawah sampai ke midnya tidak saling menutupi. Highnya sendiri tetap bening gak ketutupan bassnya. Gw bisa merasakan sensasi dimensi kiri kanan dengan lebih jelas. Mungkin ini yang membuat frekuensinya sangat lebar sekali dari 3hz – 100.000hz walaupun kuping gw juga gak bisa mendengar frekuensi selebar itu.

Kesimpulan

Sony MDR-1A tetap meneruskan legenda dari Sony MDR-1R. Modelnya tetap cakep dan berkelas. Suara yang diberikan juga lebih musikal dan fun untuk dinikmati hampir semua lagu. Dengan harga sekitar 3 jutaan gw rasa Sony MDR-1A bisa memberikan extra nyaman dipakai, suara yang menyenangkan, bisa jawab smartphone, dan terlihat premium.

Sony MDR-1A

[custom_add_to_cart id=”8342″ show_price=”true” size=”vc_btn_sm” style=”vc_btn_square” align=”center” text_color=”#ffffff” bg_color=”#dd3333″]

Unboxing Sony MDR-1A di Headfonia Store Youtube Channel