Digital Analog Converter – DAC

Digital Analog Converter – DAC

Hari gini sering banget kita mendengar istilah DAC. Apalagi kalau baca-baca review audio atau lagi nongkrong di Toko Headfonia Store, bakalan nemuin atau dengerin istilah DAC. Padahal DAC ini sebenarnya sudah umum digunakan di hampir semua perangkat atau gadget yang bisa mengeluarkan suara atau musik.

Sebetulnya teknologi DAC sudah lama dipakai, terutama di bidang komputer dan multimedia. Pernah tau yang namanya sound card untuk komputer?, nah DAC itu sama seperti sound card. Dulu juga pernah populer USB sound card kecil untuk laptop atau komputer. Nah itu juga termasuk DAC, walaupun fungsinya terbatas untuk komputer.

Sekarang DAC sudah berkembang maju. Selain komputer, DAC eksternal juga bisa digunakan untuk Digital Audio Player, Smartphone dan komputer sekaligus.

Daripada pusing, gw coba buat tulisan tentang DAC ini lebih simpel.

Sebenarnya apa sih DAC itu?

DAC merupakan singkatan dari Digital Analog Converter. Secara simpel bisa diartikan suatu alat untuk merubah data digital ke sinyal analog. Kenapa perlu DAC untuk repot-repot convert Digital ke Analog?

Kenapa perlu DAC?

Karena telinga manusia tidak bisa mendengar sinyal digital. Telinga manusia hanya bisa mendengar sinyal analog, artinya memang ada gelombang suara yang masuk ke dalam telinga dan menggetarkan saraf-saraf yang ada di dalam telinga yang kemudian diteruskan ke dalam otak yang diterjemahkan oleh otak sebagai suara atau musik.

Lebih jelasnya gw coba pinjem buku biologi buat ambil gambar penampang telinga manusia.

Cara Kerja Pendengaran

1. Bunyi masuk ke liang telinga dan menyebabkan gendang telinga bergetar.

2. Gendang telinga bergetar oleh bunyi.

3. Getaran bunyi bergerak melalui osikula ke rumah siput.

4. Getaran bunyi menyebabkan cairan di dalam rumah siput bergetar.

5. Getaran cairan menyebabkan sel rambut melengkung. Sel rambut menciptakan sinyal saraf yang kemudian ditangkap oleh saraf auditori. Sel rambut pada salah satu ujung rumah siput mengirim informasi bunyi nada rendah dan sel rambut pada ujung lain mengirim informasi bunyi nada tinggi.

6. Saraf auditori mengirim sinyal ke otak di mana sinyal ditafsirkan sebagai bunyi.

*)Sumber: http://www.medel.com/id/how-hearing-works/

Jadi tanpa adanya DAC, kita tidak bisa mendengar suara dari file musik atau ringtone di smartphone. File-file musik digital tersebut hanya bisa dibaca oleh mata dengan bantuan komputer tentunya.

Sama gak DAC dengan Amplifier?

Tidak sama. Keduanya merupakan alat yang berbeda dan bekerja dengan cara yang berbeda juga. Namun keduanya saling berhubungan untuk membuat suara berbunyi. DAC yang memproses data digital menjadi sinyal analog. Sedangkan amplifier untuk mengatur suara yang keluar menjadi lebih keras atau lebih kecil tergantung kebutuhannya. Simpelnya, tugas DAC yang membuat suara, dan tugas ampli untuk besar atau kecilin volume suara.

Kenapa harus ada DAC terpisah?

Dengan DAC yang terpisah, kita bisa lebih flexibel untuk setting audio yang kita inginkan. Karena umumnya di DAC terpisah ada fungsi-fungsi tambahan yang bisa kita gunakan untuk memaksimalkan suara yang ingin kita dengarkan.

Mike dari Headfonia Store membahas tentang DAC menjadi lebih seru.