Audeze EL-8

Penantian gw sampai pada puncaknya. Audeze terbaru dengan seri Audeze EL-8 datang juga. Udah gak sabar pengen buka dus dan cobain langsung kaya apa bentuk asli dan suaranya. Audeze sendiri juga sangat antusias waktu mengembangkan EL-8 ini. Sampai mengajak BMW design di USA untuk mendesign bentuk headphonenya. Buat yang belum tau infonya, bisa baca tentang “Peluncuran perdana Audeze EL-8 di CES 2015

Dus dan Isinya

Dusnya berbeda dengan Audeze seri LCD yang biasanya menggunakan bahan karton box warna putih polos tanpa design apapun, hanya ada barcode dan serial number di salah satu sisinya.

Kali ini Audeze EL-8 mengggunakan dus baru yang lebih modern dan design yang eksklusif. Menggunakan warna gelap dengan logo Audeze yang baru di tengah-tengahnya dan latarnya gambar headphone Audeze dengan design “open-back” atau “closed-back” tergantung model apa yang elu pilih. Bagian pojok kiri bawah, terdapat keterangan juga “open-back version” atau “closed-back version

Di sisi sampingnya ada tulisan “Exclusive Technologies – Fluxor, Fazor, Uniforce”, teknologi khusus yang dipakai untuk Audeze EL-8 ini. Secara garis besar, bisa disimpulkan:
“Fluxor” teknologi baru untuk magnet speakernya,
“Fazor” untuk akustik elemennya dan
“Uniforce” teknologi baru untuk speakernya.

Bagian belakang dusnya, info spesifikasi dari Audeze EL-8 ini. Ukuran drivernya 100mm, dengan impedansi 30 ohms. Menggunakan planar satu sisi sebagai drivernya. Bagian bawahnya terdapat barcode dan serial number, serta keterangan “Designed and built in the USA with imported and usa-made parts”. Dijamin masih asli produk US.

Membuka dusnya, langsung tarik aja bagian atasnya.  Muncul dus kedua dengan tulisan Audeze. Untuk membukanya, tinggal buka bagian kanan dus, dan inilah penampakan Audeze EL-8 yang sedang tertidur manis. Bentuk aslinya cakep banget, gak sabar pengen angkat dari dusnya.

Isi di dalam dusnya:
Audeze EL-8 “Open-Back”
– Kabel 2 meter dengan jack 3.5mm
– Converter 3.5mm ke 6.3mm
– Pouch kain
– Sertifikat Audeze
– Instruksi pemasangan kabel
– Buku manual

Isi di dalam dusnya:
Audeze EL-8 “Closed-Back”
– Kabel 2 meter dengan jack 3.5mm
– Converter 3.5mm ke 6.3mm
– Pouch kain
– Sertifikat Audeze
– Instruksi pemasangan kabel
– Buku manual

Design

Setelah dilihat dari dekat dan dipegang langsung, Audeze EL-8 ini super mewah dan berkelas. Designnya merupakan kerja sama dengan “BMW DesignWorks USA” alias designer BMW di Amerika. Penggunaan kayu dengan alumunium housingnya terlihat keren banget, apalagi kalau lagi dipakai langsung. Bentuknya juga sudah lebih tipis dari Audeze seri LCD, sehingga lebih terlihat slim dan ringan waktu dipakai.

Headbandnya terbuat dari besi, dengan bantalan busa lapis kulit, dibalik busanya ada nomor seri yang sama dengan dusnya. Ketika dipakai terasa nyaman, tekanan headbandnya tidak sebesar seri LCD. Busa earpadsnya terasa empuk, breathable dan lembut sekali. Kuping gw sendiri bisa masuk semua ke dalam earpads Audeze EL-8 ini, dan bikin betah dipake lama.

Bisa dibilang tidak ada perbedaan design antara Audeze EL-8 “open-back” dan “closed-back”, kecuali bagian housingnya yang memang jelas terlihat kalau “open-back” ada grill udara, sedangkan “closed-back” tertutup semua.

Bagian bawah housingnya, terdapat port konektor khusus untuk kabel Audeze EL-8. Di manualnya dijelaskan bahwa kabel harus dipasang searah, artinya tidak bisa dibalik. Memasangnya cukup mudah, kalau tidak pas, berarti terbalik. Paling hanya perhatikan kiri (L) dan kanan (R ) saja.

Menggunakan “Flat Cable” atau kabel gepeng sepanjang 2 meter. Bahan kabelnya lemas tapi tebal. Jacknya sudah 3.5mm jadi tidak perlu ribet pakai converter lagi. Konektor ke headphonenya tidak lagi menggunakan pin seperti LCD, tapi menggunakan konektor model soket.

Suara

Akhirnya gw bisa nyobain suara Audeze EL-8 ini. Untuk yang “closed-back” midrangenya sangat istimewa, bersih, bening dan terasa jelas sekali. Bahkan dengerin lagu-lagu vokal bisa terasa jelas sekali ucapannya, kaya lagi dibacain lagu. Bassnya bisa deep, ketat dan rapi. Highnya bisa extend tanpa terasa buntung.

Sedangkan yang “open-back” terasa lebih luas soundstagenya, dengan midrange yang lebih terasa full body dengan high yang smooth. Vokal di Audeze EL-8 ini juga terasa lebih maju daripada yang “closed-back”. Suara penyanyi juga disajikan secara manis, lembut dan tidak ada menusuk. Emosi setiap lagu bisa dirasakan lebih hidup di versi “open-back”.

Kesimpulan

Mantabb, keduanya sukses membuat gw galau. Audeze EL-8 ini benar-benar keren suaranya untuk range harga 10 jutaan. Gw gak menemukan suara dan resolusi sebaik ini untuk di kelas harga yang sama. Satu-satunya kekurangan, Audeze tidak memberikan hardcase yang biasa diberikan pada seri LCD.

Audeze EL-8 “Open-Back Version”

[custom_add_to_cart id=”8553″ show_price=”true” size=”vc_btn_sm” style=”vc_btn_square” align=”center” text_color=”#ffffff” bg_color=”#dd3333″]

Audeze EL-8 “Closed-Back Version”

[custom_add_to_cart id=”8556″ show_price=”true” size=”vc_btn_sm” style=”vc_btn_square” align=”center” text_color=”#ffffff” bg_color=”#dd3333″]

Tonton Unboxing Audeze EL-8 di Headfonia Store TV