Treble Yang Pas Itu Seberapa Sih? Observasi Saya Jualan Headphone 4 Tahun

Ada pertanyaan dari tanyaJawab Headfonia Store yang membuat saya berpikir untuk menulis artikel pendek, karena saya rasa ini patut di sharing kan.

Jadi ada customer yang sudah coba beberapa IEM high end, tapi rasa suaranya semua terlalu warm dan terlalu banyak bass. Dia pengen IEM yang lebih detil, tapi untuk dengar musik segala genre, dari Jazz, Classic, sampe Rap dan EDM. Lalu dia tanya kalau kita bisa kasi dia rekomendasi (thread aslinya disini).

Jujur saya agak susah kasi rekomendasi karena bapak ini masih beginner IEM listener. Jadi setelah jualan IEM berapa tahun, saya rasa ada semacam trend dimana kuping orang yang “SUDAH LAMA MAIN” cenderung lebih suka suara yang DARK/Gelap atau tidak terlalu banyak trebel. Sedangkan kuping orang yang masih baru cenderung lebih mau quantity trebel yang lebih berasa.

Jadi sepertinya, kalau saya berhipotesa, kuping yang baru main masih belum sensitif, jadi perlu trebel lebih banyak untuk bisa berasa detil di musik. Misalnya dalam hal wine-tasting, coffee-tasting, food-tasting, dan sebagainya. Lidah yang masih “beginner” biasanya kurang sensitif untuk membedakan beda2 rasa kopi atau wine.

Tapi makin sering dilatih, makin sensitif indra kita. Dan indra yang sudah sensitif, akan sangat sensitif dengan jumlah trebel yang berlebihan. Bahasa umumnya “trebelnya nusuk!”, atau “bright banget!”, atau “nyemprot!”, atau “tajem!”. Mirip seperti makan lauk yang kebanyakan garam, atau minum teh yang kebanyakan gula. Rasa manis gulanya jadi bikin mual, karena terlalu banyak.

Jadi kalau pake standar kuping yg sudah lama, BIASANYA, nggak selalu sih, tapi biasanya untuk IEM all rounder pada pilih yg nggak terlalu nusuk trebel seperti C6iem.

Tapi ya itu, untuk kuping yang masih baru, mungkin kurang berasa nendang trebelnya, jadi berasa over warm.

Gimana pengalaman elu sendiri? Sharing di bagian komentar yah.