FiiO X3 2nd Gen

Belakangan ini lagi banyak mainan baru yang mampir ke meja gw. Masih anget-angetnya dengerin Cypher Labs C6iem, ehh dateng Audio Player FiiO X3 2nd Gen di meja. Begitu melihat kemasannya dan membaca sekilas speknya, ternyata FiiO X3 2nd Gen ini menggunakan high end DAC dari Cirrus Logic CS4398. Support file 192Khz/24bit, bisa digunakan sebagai USB-DAC dan sudah support file musik DSD. Wow, berarti ini line up termurah dari FiiO yang bisa membaca file DSD.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa namanya bukan FiiO X3K seperti di dusnya. Menurut informasi yang gw dapatkan, nantinya FiiO akan menggunakan nama FiiO X3 2nd Gen. Nama ini untuk membedakan dengan FiiO X3 generasi pertamanya. Sedangkan yang gw terima ini adalah FiiO X3K versi demo, bukan versi yang akan resmi dijual nanti.

Dilihat dari foto depan dusnya, bentuk FiiO X3 2nd Gen ini sudah lebih bener daripada generasi sebelumnya yang letak tombolnya rada-rada agak membuat bingung. Paling tidak FiiO sekarang lebih konsisten dan mantab dalam mengembangan Digital Audio Player mereka.

Ok, cukup tentang spek dan perubahan nama, gw mau langsung kasih lihat penampakan dusnya seperti apa kalau dibuka. Di dalamnya ada dus model card box yang cukup keras dan tebal. Terlihat agak berbeda dan eksklusif daripada dus FiiO X1 yang cuma model dus karton biasa. Begitu dibuka boxnya, baru terlihat FiiO X3 2nd Gen dan kertas manual petunjuk penggunaan dan informasi download firmwarenya.

Setelah dibuka dan diangkat bagian atasnya, terdapat box tambahan lagi dibawahnya yang gw tebak isinya pasti asesoris tambahan lainnya. Buka box tambahannya cukup mudah, langsung angkat dan buka bagian atasnya.

Total keseluruhan isi yang ada di dalam dusnya adalah:

– FiiO X3 2nd Gen
– Silikon cover
– Kabel mini ke coaxial
– Kabel USB micro
– Anti gores cadangan 2 buah
– Stiker dekorasi 3 buah
– Buku dan kertas manual

Design

Terbuat dari alumunium dengan warna titanium, sehingga terlihat lebih premium. Tampilannya bisa gw bilang mirip dengan FiiO X1, cuma lebih tebal sedikit dan ada tambahan port Line/Coax Out dibagian atasnya. Sisanya mirip dengan FiiO X1. Secara keseluruhan kualitas bahan FiiO X3 2nd Gen terasa mantab digenggam tangan dan tidak licin.

Tombol powernya sama dengan FiiO X1 ada di sebelah kiri atasnya tombol volume. Gw coba test power on, tulisan “Welcome” dan ada logo FiiO X3 2nd Gen kemudian langsung siap dipakai. Menariknya, FiiO memberikan fungsi “Deep Sleep”, untuk menghemat batterynya. Waktu dicoba gak dipakai, otomatis FiiO X3 2nd Gen ini mati total, lalu hanya tekan tombol powernya lagi, maka langsung hidup tanpa ada loading “Welcome” lagi. Mirip seperti standby smartphone.

Coba masukin lagu lewat port MicroSDHC, lancar tidak ada masalah sama sekali. FiiO X3 2nd Gen ini langsung dikenali oleh OS Windows 7 tanpa perlu install driver. Gw coba cek lewat menu “About FiiO X3K”, MicroSDHC dikenali dengan baik, total kapasitas, jumlah lagu dan versi firmware terlihat jelas. Firmware yang digunakan masih beta, dan terdapat tulisan “NO Sale”, nanti di versi resminya, tentu saja tidak ada tulisan seperti ini.

Port Line Out dan Coax Out menggunakan port yang sama. Untuk memilih mana yang akan digunakan, bisa dipilih lewat menu “System Setting”. Tinggal pilih aja antara Line Out atau Coax Out yang akan digunakan. Waktu gw coba combo dengan FiiO E17K, Line Out berfungsi dengan baik. Sayangnya ketika gw coba dengan Coax Out, jacknya tidak boleh full masuk semua, jadi gw tarik sedikit baru bisa bunyi. Kemungkinan ini antara portnya yang error atau mudah-mudahan hanya bug di firmware. Gw belum coba lagi dengan update firmware.

Di FiiO X3 2nd Gen ini sudah support USB On-The-Go (OTG), fitur yang sepertinya sudah menjadi standard hari gini buat gadget mobile. Gw cobain pakai SanDisk Flashdisk OTG, begitu colok lewat port micro USB, langsung dikenali dan lagu-lagu di dalamnya bisa langsung dimainkan dengan memilih folder “OTG” yang sudah disediakan oleh FiiO.

Dibandingkan dengan FiiO X1, power yang keluar dari FiiO X3 2nd Gen ini lebih kuat. Gw cobain pakai IEM Zero Audio Duoza terasa lebih padat dan full body suaranya dibanding X1. Menurut gw bahkan suaranya bisa mendekati FiiO X5. Di bagian vokalnya juga terasa lebih hidup.

Apabila masih kurang puas dengan suaranya, elu bisa setting equalizernya secara terpisah. FiiO membuat equalizernya cukup lengkap sampai dengan 10 titik dari bass, mid dan treblenya. Selain itu juga disediakan preset equalizer yang bisa dipilih seperti Rock, Pop, Dance, dan lainnya.

Beberapa file musik yang gw cobain, bisa dimainkan sangat lancar dan hampir tanpa lag. Bahkan waktu gw cobain file-file DSD dan WAV resolusi tinggi, langsung dimainkan dengan cepat dan tanpa jeda. Gw coba ganti-ganti lagu secara random, juga langsung dibaca dan responsif. Iseng gw bandingin dengan AK100 yang versi lama, kalah jauh dalam kemampuannya membaca file DSD yang sama. Terasa jadi lag dan kurang responsif. Di bagian ini, FiiO X3 2nd Gen ini terasa sangat menyenangkan.

Kesimpulan

Sementara ini yang gw cobain adalah versi demo dari FiiO. Nantinya akan ada perbedaan atau perubahan dengan versi resmi atau final produknya. Menurut gw di kisaran harga 2 jutaan, FiiO X3 2nd Gen bisa memberikan suara yang adem dan full body, pilihan Line Out atau Coax Out serta dukungan file DSD membuat FiiO X3 2nd Gen jadi pilihan yang menarik.

Tonton Unboxing Eksklusif FiiO X3 2nd Gen di Headfonia Store TV