Sound Card dan USB DAC

Buat yang doyan komputer, pasti tau atau paling gak pernah dengar istilah “Sound Card”. Tapi ternyata banyak juga yang gagal paham kalau istilah sound card ini diganti menjadi USB DAC. Nah loh, apalagi tuh USB DAC.

Seperti yang pernah gw tulis di artikel sebelumnya, DAC merupakan sebuah alat untuk merubah sinyal digital menjadi analog sehingga sinyal tersebut dapat di dengar oleh kuping kita. USB DAC ini merupakan DAC yang menggunakan koneksi USB, sehingga bisa digunakan untuk komputer atau beberapa tipe smartphone. Terus, apa hubungannya dengan sound card tadi?

Sound card yang sering kita dengar juga merupakan salah satu wujud dari DAC. Bedanya hanya di istilah lingkungan pemakainya saja. Sound card biasanya dipakai di hardware komputer sebagai salah satu komponen pendukung untuk mengeluarkan suara di komputer. Tugas sound card ini sama dengan DAC, yaitu merubah file musik digital menjadi suara yang bisa di dengar kuping kita.

Sound card biasanya ada 2 jenis, pertama sound card internal yang biasanya ada di dalam PC atau sudah built in di dalam motherboard komputer (PC atau laptop). Kedua adalah sound card external yang biasanya menggunakan USB seperti flash disk atau dalam bentuk lainnya.
Bentuk sound card external inilah yang biasa disebut dengan USB DAC oleh penikmat audio.

Disini gw bakalan kasih bocoran, USB DAC kisaran 1 jutaan yang bisa elu pake buat di komputer atau notebook elu.

USB Sound Card Standard

Pertama pasti sudah familiar dengan bentuk USB sound card yang model kaya flashdisk ini, biasa ada di toko komputer manapun, selain harganya murah banget, kisaran Rp.100.000an kurang udah bisa dibawa pulang.

Bentuknya yang simple dengan paket penjualan minimalis. Model kaya gini emang standard banget buat USB sound card komputer. Sering kali dibeli kalo sound card bawaan komputer udah rusak dan lagi buru-buru nyari pengganti yang praktis.

Buatannya ringkih dengan plastik tipis sebagai covernya. Kalo udah lama, biasanya yang model gini bakalan suka lepas covernya dan lubang jacknya bisa longgar karena pecah, tergantung keburuntungan masing-masing orang.

Suaranya sendiri bukan salah satu yang terburuk, cuma memang mereknya beragam dengan buatan yang juga random. Dari pengalaman gw pernah menemukan yang lumayan suaranya, tapi ada juga yang parah banget campur aduk dengan noise dimana-mana.

FiiO E10K / Olympus 2

Pemain audio serius di pasar low end. FiiO sukses membuat beberapa mainan audio seperti kabel, speaker kecil, portable player, DAC dan amplifier. Salah satu dari FiiO yang bisa dijadikan USB Sound Card untuk komputer adalah FiiO E10K.

FiiO E10K bentuknya kotak alumunium, gak pake batre internal. Jadi dijamin cocok buat di colok komputer seharian. Menggunakan USB micro sebagai jalur datanya. Selain itu mempunyai pilihan yang lumayan lengkap. Mulai dari Coax out, Line out, Gain, dan Bass on off. Tidak ada pilihan warna, jadi satu-satunya hanya warna hitam.

Suaranya termasuk natural warm, dengan bass yang cukup nonjok. Kalau masih kurang, tinggal aktifkan bass on, maka low bassnya nambah berasa.

SMSL - M2

Agak berbeda dari FiiO E10K. Masih menggunakan bahan alumunium, namun bentuknya lebih langsing minimalis. Terdapat dua pilihan warna, hitam dan silver. Gw pribadi walaupun suka warna hitam, namun kali ini gw lebih milih warna silver. Karena ampli dan dac sudah terlalu banyak warna hitamnya.

Dari kualitas buatan, gw lebih suka SMSL M2 ini, karena menurut gw lubang-lubang jacknya lebih solid dengan ring besi gold plated. Mempunyai pilihan optical out dan line out saja, jadi mempertahankan bentuknya yang minimalis.

Suara termasuk yang terbaik buat selera kuping gw. Sangat bening untuk di kelas harga dibawah 1 juta. Bassnya terkontrol. Midnya terasa presentasinya bahkan vokal penyanyi bisa terdengar jelas untuk setiap liriknya. Bagian highnya lepas dan rapi.

Bening suaranya mengingatkan gw pada USB DAC yang jauh lebih mahal harganya. Gw rasa buat ukuran sound card, agak sulit mencari yang bisa sebening ini di harga yang wajar.

Alo Audio - The Key

Bentuknya seperti USB flash disk, lengkap dengan tutupnya. Kalau di meja, gw yakin bakalan dikira flash disk. Seluruh bodynya terbuat dari alumunium termasuk tutupnya. Bagian belakangnya ada jack 3.5mm. Sayangnya terbuat dari plastik.

Tidak ada tombol dan indikator apapun, jadi tinggal colok USB komputer. Sayangnya Alo Audio The Key memerlukan tambahan installasi driver. Untungnya sudah disediakan CD driver bawaanya di dalam paket penjualannya. Apabila CDnya hilang, driver tersebut masih bisa di download secara gratis di website Alo Audio.

Kualitas suaranya paling warm diantara semuanya. Bassnya padat dengan mid yang halus. Highnya tetap kejaga sehingga detailnya keluar. Karekternya cocok buat yang demen melow atau vokal yang lembut. Cuma power yang diberikan memang tidak sebesar yang lain. Solusi praktis tinggal tambah ampli aja kalau memang perlu.

Kesimpulan

Gw cuma ngumpulin beberapa USB DAC yang menurut gw masih wajar harganya sebagai pengganti sound card bawaan PC atau notebook. Menurut gw gak ada salahnya buat elu yang demen dengerin audio pake PC atau notebook nyobain USB DAC sebagai sound card external.

Semua USB DAC yang gw coba tadi, bisa digunakan dengan lancar di OS Windows 7 dan Apple Mac OS. Untuk OS Windows, gw menggunakan aplikasi Foobar sebagai player musiknya.