Headphone Open atau Closed

Headphone Open atau Closed

Dua jenis headphone ini sering banget dibahas kalo lagi nongkrong bareng komunitas audio. Keduanya punya penggemarnya masing-masing. Sebetulnya apa sih yang membedakan antara heaphone open dan headphone closed? Manakah yang lebih baik diantara keduanya?

Ikuti terus infonya di bawah.

Headphone Open

Disebut headphone open atau open-back, karena biasanya headphone ini bagian housing belakangnya terbuka atau ada lubang-lubang untuk mengalirkan gelombang suara dari speakernya.

Ketika speaker di dalam headphone bergetar menghasilkan gelombang suara, maka gelombang suara ini ada yang keluar lewat depan dan juga lewat belakang karena efek dinamis dari speaker itu sendiri. Nah, di headphone open-back, gelombang suara yang lewat belakang ini bisa diteruskan keluar lewat bagian belakang headphonenya.

Efek dari suara yang keluar ini, membuat headphone open-back terasa natural, lebih dapet suasana mendengarkan speaker di dalam ruangan dan terasa lebih dinamis. Selain itu efek yang kedua biasanya lebih ringan dipakai dan lebih nyaman karena tidak ada tekanan berat dari headbandnya.

Hanya saja, karena memang designnya yang open, suara yang bocor keluar ini bisa di dengar oleh orang lain, dan kalau dipakai diluar ruangan, suaranya yang keluar tidak bisa maksimal lagi, selain harus adu keras dengan suasana sekitar, juga mengganggu orang-orang di sekitarnya.

Headphone Closed

Bentuknya mungkin paling umum, karena populasi headphone paling banyak di model ini. Disebut headphone closed atau closed-back karena bagian belakangnya housingnya tertutup semua.

Tujuannya waktu speaker bergetar menghasilkan gelombang suara, maka efek dinamis dari gelombang tersebut akan diblok oleh housingnya, sehingga suara tidak bisa keluar begitu saja.

Efeknya adalah, membuat headphone closed-back lebih terasa bassnya dan suara yang keluar terasa agak sempit atau hanya ada di dalam kepala saja. Tentu saja headphone model closed seperti ini punya keunggulan, mampu memisahkan kita dengan dunia luar, sehingga kita bisa mendengar musik hanya untuk sendiri.

Closed-back ini banyak digunakan untuk studio monitoring, DJ, atau monitoring belakang panggung. Karena mampu meredam suara sekitarnya, sehingga tidak perlu terlalu keras untuk mendengarkan lagu. Juga ketika dipakai diluar ruangan, tidak perlu menjadi perhatian orang karena suara dijamin tidak akan keluar ketika headphone closed sedang dipakai.

Kesimpulan

Dari keduanya, pilih yang lebih baik untuk kebutuhannya sendiri. Kalau suka mendengar suara natural, punya tempat untuk mendengarkan musik sendiri, dan suka dengan headphone yang nyaman kalau dipakai lama, maka headphone open bisa jadi pilihan. Sedangkan kalau suka mendengarkan musik umum, lebih ngebass atau suka bawa headphone kemana-mana dari kantor, bus dan rumah mendingan pakai headphone closed.

Tonton Video Perbandingan Headphone Open dan Closed