Headphone Open vs Closed?

Waktu membeli headphone, penting untuk mengetahui perbedaan headphone “open” atau “closed” (sering juga disebut “open-back” atau “closed-back”) supaya kita tidak salah membeli headphone untuk keperluan kita.

 

1. Membedakan headphone “Open” dari headphone “Closed”.

Sebetulnya ini tidak begitu susah, paling jelas kelihatan dari housing headphonenya. Apakah housing headphone memiliki lubang-lubang? Misalnya bisa dilihat dari gambar Sennheiser HD800 ini:

Sennheiser HD800
Sennheiser HD800

Atau dengan Audio Technica AD2000 ini:

Audio Technica AD2000
Audio Technica AD2000

Seperti yang kita lihat, jelas sekali bahwa bagian sisi luar housing memiliki lubang2 yang memungkinkan gelombang suara untuk masuk-keluar.

 

Sedangkan headphone closed bisa dilihat dari housing yang tertutup, seperti di headphone Fostex TH-7B:

Fostex TH-7B
Fostex TH-7B

Atau Sennheiser PX210BT:

Sennheiser PX210BT
Sennheiser PX210BT

Dengan tidak adanya lubang di sisi luar, berarti ini adalah design headphone “closed”, atau juga disebut “closed-back”.

 

2. Mengenal Pro dan Cons dari design headphone Open dan Closed. 

Rata-rata headphone yang di design untuk menghasilkan kualitas suara yang terbaik dirancang dengan design open. Seperti yang kita bisa lihat di foto lima headphone flagship dibawah ini (Sennheiser HD800, AKG K1000, Beyerdynamic T1, Hifiman HE-6, Audeze LCD-2):

flagship_five_wallpaper
Five Flagship Headphones

Rata-rata lebih mudah mendapatkan reproduksi yang akurat dan natural dari design open-back, sebab tidak ada masalah gelombang pantulan yang didapat dari housing headphone yang tertutup. Oleh sebab itu, rata-rata headphone yang mengejar kualitas suara menggunakan design open.

Permasalahan headphone open adalah kebocoran suara (sound leakage) baik dari dalam headphone itu sendiri keluar, atau suara dari luar/lingkungan yang mengganggu masuk kedalam headphone. Misalnya kita di perpustakaan atau di tempat yang tenang, orang yang didekat anda, bahkan sampai dengan radius beberapa meter dapat mendengar kebisingan dari musik yang anda mainkan melalui headphone open-back. Sebaliknya, waktu kita ingin mendengarkan musik di lingkungan terbuka yang ribut, kita tidak dapat mendengarkan detil musik dengan jelas sebab berperang dengan suara keributan dari luar.

Oleh sebab sound-leakage, orang-orang yang mencari headphone untuk digunakan di outdoor memilih headphone closed back:

Headphone-headphone Closed Back
Headphone-headphone Closed Back

Memang lebih sulit mendapatkan kualitas suara yang sebaik headphone open-back dengan design closed. Rata-rata headphone closed-back memiliki kualitas suara dibawah design open-back, walaupun belakangan ini teknologi headphone closed-back telah banyak mengalami improvements. Sisi positif dari design closed adalah anda tidak terbentur masalah sound-leakage yang anda dapatkan waktu menggunakan headphone open-back. Bukan saja anda tidak menggangu sekeliling anda dengan kebocoran musik yang anda sedang dengarkan, tetapi beberapa design closed-back betul betul menutup kuping anda dengan baik sehingga menimbulkan efek “noise-isolation” dimana suara dari luar tidak akan menggangu anda mendengarkan musik anda. Tidak lupa juga saya harus menambahkan bahwa rata-rata headphone closed-back dapat menghasilkan reproduksi Bass yang lebih kuat, untuk anda yang mencari Bass-head headphone.

Oleh karena itu, lain kali anda berbelanja headphone, anda bisa menentukan design seperti apa yang anda cari. Apakah anda mencari kualitas suara yang terbaik? Atau anda mementingkan noise-isolation? Berikut kesimpulan singkat dari perdebatan Headphone Open vs Closed:

 

Headphone Open Back
PRO: Kualitas suara rata-rata lebih baik, lebih natural.
CONS: Kebocoran suara dari luar dan dari dalam (sound leakage)

 

Headphone Closed Back
PRO: Tidak ada kebocoran suara. Noise isolation yang sangat baik di beberapa model. Reproduksi Bass rata-rata lebih kuat.
CONS: Rata-rata kualitas suara tidak sebaik Open Back.